Hari ini aku berlari.
Berlari kencang, sekencang mungkin. Di tengah rasa sakit, panas, letih. Aku tetap berlari. Hingga hilang pedih peri. Tetapi kamu, tetap hinggap di kepala, merasuk dalam jiwa.
Aku berontak.
"Keluar!"
"Cepat keluar dari sini!"
Matamu merah, memelas. "Ijinkan aku..sebentar saja", katamu sambil menggenggam erat tanganku. Aku menatapmu tajam. Nanar.
***
Aku masih terus berlari. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, napas yang terputus-putus. Aku hanya ingin terus berlari, berjalan, membuatmu hilang dari ingatan.
"Kita masih bisa sama-sama. Kamu harus tunggu aku. Kita pasti bisa bareng lagi."
"Aku sayang kamu, ingat ya."
Bayanganmu hadir samar-samar. Aku kehilangan arah. Jalanku terseok-seok. Pohon besar di hadapan siap menyambut kedatanganku.
"BAMMM!"
Badanku terhuyung. Lemas.
Aku hilang ingatan.
***
Tak apa. Kuharap benturan ini bisa menghapus namamu dari memori. Anggap saja kita tidak pernah kenal. Jika mengingatmu hanyalah menambah sobekan luka dalam hati maka aku ingin hilang ingatan. Dan bila kita berjumpa nanti,
bagai kedua orang asing yang saling tersenyum tanpa rasa dendam dan benci.
Seperti kenal, tetapi entah siapa. Seperti ingat, tetapi sudah lupa. Lebih baik
begitu bukan?
PS: Apparently, running is not effective way to forget someone
Just want to lose memory,
Chandini
No comments:
Post a Comment