27 September 2012

Dunia Ini Kejam, Dear

Saya ingin menulis tentang menjaga perasaan. Di sini adalah perasaan tentang kepada siapa kita berpihak. Kapan kita harus memakai topeng di saat perlu dan tidak. Saya juga bingung kenapa manusia suka sekali membicarakan satu sama lain? Kenapa mereka suka menggunakan topeng yang berbeda di setiap acara? Lalu menggantinya untuk masing-masing orang. Dan yang jujur akan selalu tersisih karena kamu terlalu naif. Dan lugu juga polos. Kamu terlalu memihak salah satu dan merasa tersakiti bila ada yang berlaku jahat padanya. Dear, dunia ini kejam. Kamu tidak bisa telalu jujur, sesekali kamu perlu main api atau curang. Asalkan tidak ketahuan, tidak apa. Kamu tidak usah terlalu idealis. Jangan terlalu menyayangi orang. Siapkan kupingmu baik-baik agar kau tak lagi kaget jika mereka menyakiti orang yang kau sayangi. Kamu harus jaga muka, dimana pun kamu berada. Jangan sampai kamu terlihat jelek. Biarkan mereka membicarakan tentangnya, kamu hanya perlu diam dan mendengarkan. Lalu melempar omongan busuk itu jauh-jauh. Kamu tidak perlu mengingatnya. Mereka jahat. Kamu baik..mungkin terlalu baik. Kamu sudah tercemplung sebelumnya. Jangan sekali-kali kamu melakukan hal yang sama. Kamu bukan keledai atau pun kerbau. Atau mungkin kamu bisa memakai topeng monyet? Oh bukan, lebih baik kamu pakai topeng kelinci. Kelinci yang imut dan manis. Menggemaskan. Begitu kelihatannya di depan banyak orang. Dan di dalamnya, siapa tahu. 

Yang penting hubunganmu dengan banyak orang baik-baik saja. Yang penting mereka tidak tahu kalau kamu memakai topeng. Benar begitu? Ya, jika kau ingin hidup lebih lama di negeri pecundang ini. Yang segalanya busuk, kotor dan munafik. Berpuas-puaslah kamu bermain di dalamnya. Dengan segala kemuslihatan dan tipu daya, kamu akan terus berjalan. Dunia ini kejam, Dear. x)





Dalam amarah yang membara...

 

Kejamnya dunia,
Chandini



No comments: