20 January 2013

Tidak Ada Kata Selain Bersyukur

Gue nggak nyangka. Gue baru aja kecelakaan. Motor itu meniban gue. Gue nggak tahu kalo dilihat dari posisi jatuh mungkin gue udah layaknya pingsan atau meninggal. Tetapi gue berusaha keras untuk merangsek maju. Gue lepas helm dan keluar dari tibanan motor itu. Gue memanggil-manggil orang untuk minta tolong. Seorang lewat tetapi ia tidak mengindahkannya. Orang kedua berhasil mendengar lolongan gue. Gue diangkat dari tempat tinggi dimana gue jatuh. Dan gue dibawa ke klinik. Rasanya seluruh badan gue patah. Gue sama sekali nggak bisa gerak. But, gue memaksakan diri untuk jalan. Gue dicuci luka oleh seorang dokter jaga. Di sana gue nggak bisa mikir apa-apa lagi.

Feeling gue bilang kalo gue lewat jalan pintas saja tetapi logika gue tidak mengindahkan hal itu. Gue memilih untuk ikut jalur yang sudah ditentukan. Dan terjadilah kecelakaan itu. Gue yang baru aja ketemu dan ngobrol sama temen gue beberapa menit yang lalu tiba-tiba udah terkapar tak berdaya. Gue yang sebelumnya bisa berjalan dengan sehat, sekarang harus berjalan terseok-seok. Gue yang sebelumnya bisa melakukan apa saja tanpa rasa sakit, sekarang harus menahan setiap ngilu ketika bergerak.

But, gue masih bersyukur. Gue masih dikasih kesempatan untuk melihat. Gue masih bisa makan walaupun pipi gue susah digerakkan. Gue masih bisa tersenyum walaupun bibir gue nggak sesehat dulu. Gue masih bisa berdoa sama Allah SWT walaupun sambil tidur ataupun duduk.

Manusia, bersyukurlah. Karena kita sama sekali nggak tahu apa yang terjadi di depan kita.



No comments: