28 July 2012

#19. Kuat dan Naga Api (Revised Version)


#100 Best Nominators for International Mini Story Competition 2012 organized by Indonesian Student Association of Yemen


Kuat dan Naga Api



Alkisah, di sebuah kerajaan hiduplah seorang pemuda yang kuat. Karena tidak diketahui nama asli dari pemuda ini jadilah ia biasa dipanggil dengan nama Kuat. Ia selalu dimintakan tolong oleh rakyat untuk mengerjakan pekerjaan yang berat. Menebang pohon besar, mengangkat berkilo-kilo batu bata, membawa satu dam air dan pekerjaan lainnya. Walau ia seorang yang kuat, ia tidak pernah berbuat jahat kepada mereka yang lebih lemah darinya. Senyum selalu tersungging di bibir Kuat  dan tangannya terulur bagi siapa saja yang perlu bantuan.

Suatu ketika terdengar kabar bahwa Patih Narendra, penasihat kerajaan telah meninggal dunia. Patih Narendra adalah patih kesayangan Raja Bharata dan terkenal sangat cakap dalam menjalankan tugas. Rakyat ikut bersedih karena kehilangan sosok patih yang berkarisma dan rendah hati. Sayembara terbuka pun diadakan kepada siapa saja yang berminat menduduki posisi patih. Rakyat berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk ikut dalam sayembara ini. Selain mendapatkan posisi sebagai patih kerajaan, Raja Bharata juga berjanji memberikan hadiah sepuluh keping uang emas kepada pemenang.

***

Kuat pun ikut berpartisipasi dalam sayembara ini. Tantangan tersulit dalam sayembara adalah melawan naga api yang ditawan karena dulu sempat menghancurkan kerajaan. Patih Narendra adalah seorang yang cekatan baik dalam perang dan bernegosiasi. Oleh karena itu, dalam sayembara Raja memberikan dua jenis  tantangan yang berhubungan dengan keterampilan perang juga negosiasi. Ia ingin memilih satu dari sekian banyak penduduknya yang pantas menggantikan posisi patih Narendra. Kuat tidak pandai dalam berkata-kata dan ia tidak pernah melawan singa apalagi naga.  Namun ia ingin mencoba tantangan ini karena ingin melihat sejauh mana kemampuan yang ia miliki.

Sayembara pun dimulai. Rakyat berkumpul untuk menyaksikan sayembara, jumlahnya sangat banyak hingga melewati batas arena pertandingan. Raja Bharata membuka sayembara dengan pidato singkat untuk memberi semangat kepada peserta. Sebelum pertandingan, Raja mengadakan seleksi terlebih dahulu dan terpilih tiga orang peserta untuk mengikuti sayembara. Di antaranya adalah hulubalang, mantan patih kerajaan tetangga dan Kuat. Semua peserta memiliki kualifikasi yang cukup untuk menjadi patih kecuali Kuat. Sempat terbersit di pikiran bahwa ia akan gagal, tetapi Kuat membuang pikiran itu jauh-jauh.

***

Tantangan pertama dan kedua telah dijalani yaitu menembak dan bernegosiasi. Ketiga peserta dinyatakan lulus untuk kedua tantangan tersebut. Tiba saatnya untuk tantangan terakhir yaitu melawan naga api. Hulubalang dan mantan patih kerajaan tetangga bersiap-siap menghadapi tantangan terberat  ini. Mereka mengambil  panah beracun dan pedang super tajam. Sementara Kuat tidak ada ide bagaimana cara membuat naga ini luluh lantak. Sang naga bersinar-sinar dengan sisiknya yang hijau dan cerah. Ia meliuk-liuk di tengah arena pertandingan yang luas. Kilat keluar dari matanya yang berwarna merah. Sesekali, ia menyemburkan api yang membuat penonton terbelalak ketakutan. Naga api adalah musuh yang sulit ditaklukan dan siapa yang berhasil mengalahkannya pantas menggantikan Patih Narendra.

Hulubalang mendapat giliran pertama untuk melawan naga api. Pertama-tama, ia membawa Sang naga kelelahan dengan berlari mengitari arena. Naga memang cukup lelah tetapi ia tidak cukup letih untuk mengeluarkan api dan mengalahkan hulubalang. Dengan segala alat tempur yang ia punya, hulubalang tetap tidak sanggup membuat naga bertekuk lutut. Ia gagal untuk tantangan ketiga ini. Sementara mantan patih kerajaan tetangga mempunyai nasib yang tidak begitu berbeda. Keterampilan perangnya sebagai mantan patih tidak cukup untuk membuat naga mati di tempat. Kedua peserta telah menunjukkan kemampuan mereka dan hasilnya nihil. Saatnya peserta terakhir yang dinanti-nantikan yaitu, Kuat.  

Kuat berjalan dengan perasaan waswas menuju arena. Ia memegang pedang, matanya menatap tajam kepada naga. Kuat mencoba berkali-kali untuk menebas kepala naga tetapi gagal. Sang naga terus bergerak lincah menerjang serangan dan mengeluarkan jurus andalannya, api.  Kaki dan tangan Kuat bersimbah darah dan keringat akibat serangan dari naga. Kuat tergolek kesakitan di arena pertandingan. Rakyat tidak menyangka mereka tengah menyaksikan Kuat yang terkenal dengan kelebihan tenaganya selama ini, sedang dalam keadaan lemah tak berdaya. Sepertinya, sayembara ini tidak dapat menemukan sosok pengganti Patih Narendra.

Naga tetap berdiri tegak. Angkuh. Bola matanya yang besar berputar-putar melihat lawan duelnya tak lagi sanggup berdiri. Hari menjelang malam, matahari perlahan menyingsing di ufuk barat. Sebelumnya terdengar kabar bahwa naga api ini dapat musnah jika terkena sinar matahari terbenam. Namun belum ada yang berhasil membuktikan kabar tersebut. Kuat melihat matahari bersinar terang di barat daya. Dengan sisa tenaga yang ada, ia mencoba menggiring naga dengan membuat dirinya sebagai umpan. Naga itu berhasil terpancing, ia mengejar-ngejar Kuat kesana kemari. Tepat ketika matahari terbenam, Kuat melayangkan pedangnya ke kepala naga. Seketika tubuh naga terbakar oleh sinar matahari dan pedang itu pun mendarat tepat di kepalanya. Seiring dengan erangan sakit dari naga, tepuk tangan bergemuruh di seluruh penjuru arena. Rakyat berdiri memberikan penghormatan kepada Kuat yang berhasil mengalahkan naga api bukan hanya dengan kekuatan tenaga tetapi juga dengan semangat pantang menyerah.

Kuat dinobatkan sebagai patih kerajaan menggantikan Patih Narendra. Raja Bharata senang karena berhasil menemukan orang yang tepat untuk menjadi penasihat Beliau. Raja Bharata dan Patih Kuat memimpin kerajaan dengan arif dan bijaksana. 





Happy weekend ;)
Chandini


2 comments:

faizah said...

ini karya ulka buat sayembara cerita mini PPI yaman?:)
selamat,,ya,,bisa masuk 100 besar
semoga lain kali bisa lebih tinggi peringkatnyaa

Ulka Chandini Pendit said...

hihi iya za..hamdulillah x)) amiiin *) makasih ya za