#100 Best Nominators for International Mini Story Competition 2012 organized by Indonesian Student Association of Yemen
Kuat
dan Naga Api
Alkisah, di sebuah kerajaan hiduplah seorang pemuda yang kuat. Karena tidak diketahui nama asli dari pemuda ini jadilah ia biasa dipanggil dengan nama Kuat. Ia selalu dimintakan tolong oleh rakyat untuk mengerjakan pekerjaan yang berat. Menebang pohon besar, mengangkat berkilo-kilo batu bata, membawa satu dam air dan pekerjaan lainnya. Walau ia seorang yang kuat, ia tidak pernah berbuat jahat kepada mereka yang lebih lemah darinya. Senyum selalu tersungging di bibir Kuat dan tangannya terulur bagi siapa saja yang perlu bantuan.
Suatu ketika terdengar
kabar bahwa Patih Narendra, penasihat kerajaan telah meninggal dunia. Patih
Narendra adalah patih kesayangan Raja Bharata dan terkenal sangat cakap dalam
menjalankan tugas. Rakyat ikut bersedih karena kehilangan sosok patih yang
berkarisma dan rendah hati. Sayembara terbuka pun diadakan kepada siapa saja
yang berminat menduduki posisi patih. Rakyat berbondong-bondong mendaftarkan
diri untuk ikut dalam sayembara ini. Selain mendapatkan posisi sebagai patih
kerajaan, Raja Bharata juga berjanji memberikan hadiah sepuluh keping uang emas
kepada pemenang.
***
Kuat pun ikut
berpartisipasi dalam sayembara ini. Tantangan tersulit dalam sayembara adalah
melawan naga api yang ditawan karena dulu sempat menghancurkan kerajaan. Patih
Narendra adalah seorang yang cekatan baik dalam perang dan bernegosiasi. Oleh
karena itu, dalam sayembara Raja memberikan dua jenis tantangan yang berhubungan dengan keterampilan
perang juga negosiasi. Ia ingin memilih satu dari sekian banyak penduduknya
yang pantas menggantikan posisi patih Narendra. Kuat tidak pandai dalam
berkata-kata dan ia tidak pernah melawan singa apalagi naga. Namun ia ingin mencoba tantangan ini karena
ingin melihat sejauh mana kemampuan yang ia miliki.
Sayembara pun dimulai. Rakyat
berkumpul untuk menyaksikan sayembara, jumlahnya sangat banyak hingga melewati
batas arena pertandingan. Raja Bharata membuka sayembara dengan pidato singkat
untuk memberi semangat kepada peserta. Sebelum pertandingan, Raja mengadakan
seleksi terlebih dahulu dan terpilih tiga orang peserta untuk mengikuti sayembara.
Di antaranya adalah hulubalang, mantan patih kerajaan tetangga dan Kuat. Semua
peserta memiliki kualifikasi yang cukup untuk menjadi patih kecuali Kuat.
Sempat terbersit di pikiran bahwa ia akan gagal, tetapi Kuat membuang pikiran
itu jauh-jauh.
***
Tantangan pertama dan
kedua telah dijalani yaitu menembak dan bernegosiasi. Ketiga peserta dinyatakan
lulus untuk kedua tantangan tersebut. Tiba saatnya untuk tantangan terakhir
yaitu melawan naga api. Hulubalang dan mantan patih kerajaan tetangga
bersiap-siap menghadapi tantangan terberat ini. Mereka mengambil panah beracun dan pedang super tajam. Sementara
Kuat tidak ada ide bagaimana cara membuat naga ini luluh lantak. Sang naga
bersinar-sinar dengan sisiknya yang hijau dan cerah. Ia meliuk-liuk di tengah
arena pertandingan yang luas. Kilat keluar dari matanya yang berwarna merah. Sesekali,
ia menyemburkan api yang membuat penonton terbelalak ketakutan. Naga api adalah
musuh yang sulit ditaklukan dan siapa yang berhasil mengalahkannya pantas menggantikan
Patih Narendra.
Hulubalang mendapat
giliran pertama untuk melawan naga api. Pertama-tama, ia membawa Sang naga
kelelahan dengan berlari mengitari arena. Naga memang cukup lelah tetapi ia
tidak cukup letih untuk mengeluarkan api dan mengalahkan hulubalang. Dengan
segala alat tempur yang ia punya, hulubalang tetap tidak sanggup membuat naga
bertekuk lutut. Ia gagal untuk tantangan ketiga ini. Sementara mantan patih
kerajaan tetangga mempunyai nasib yang tidak begitu berbeda. Keterampilan
perangnya sebagai mantan patih tidak cukup untuk membuat naga mati di tempat. Kedua
peserta telah menunjukkan kemampuan mereka dan hasilnya nihil. Saatnya peserta
terakhir yang dinanti-nantikan yaitu, Kuat.
Kuat berjalan dengan
perasaan waswas menuju arena. Ia memegang pedang, matanya menatap tajam kepada naga.
Kuat mencoba berkali-kali untuk menebas kepala naga tetapi gagal. Sang naga
terus bergerak lincah menerjang serangan dan mengeluarkan jurus andalannya,
api. Kaki dan tangan Kuat bersimbah
darah dan keringat akibat serangan dari naga. Kuat tergolek kesakitan di arena
pertandingan. Rakyat tidak menyangka mereka tengah menyaksikan Kuat yang
terkenal dengan kelebihan tenaganya selama ini, sedang dalam keadaan lemah tak
berdaya. Sepertinya, sayembara ini tidak dapat menemukan sosok pengganti Patih
Narendra.
Naga tetap berdiri tegak.
Angkuh. Bola matanya yang besar berputar-putar melihat lawan duelnya tak lagi
sanggup berdiri. Hari menjelang malam, matahari perlahan menyingsing di ufuk
barat. Sebelumnya terdengar kabar bahwa naga api ini dapat musnah jika terkena
sinar matahari terbenam. Namun belum ada yang berhasil membuktikan kabar
tersebut. Kuat melihat matahari bersinar terang di barat daya. Dengan sisa
tenaga yang ada, ia mencoba menggiring naga dengan membuat dirinya sebagai
umpan. Naga itu berhasil terpancing, ia mengejar-ngejar Kuat kesana kemari. Tepat
ketika matahari terbenam, Kuat melayangkan pedangnya ke kepala naga. Seketika
tubuh naga terbakar oleh sinar matahari dan pedang itu pun mendarat tepat di
kepalanya. Seiring dengan erangan sakit dari naga, tepuk tangan bergemuruh di
seluruh penjuru arena. Rakyat berdiri memberikan penghormatan kepada Kuat yang
berhasil mengalahkan naga api bukan hanya dengan kekuatan tenaga tetapi juga
dengan semangat pantang menyerah.
Kuat dinobatkan sebagai
patih kerajaan menggantikan Patih Narendra. Raja Bharata senang karena berhasil
menemukan orang yang tepat untuk menjadi penasihat Beliau. Raja Bharata dan
Patih Kuat memimpin kerajaan dengan arif dan bijaksana.
Happy weekend ;)
Chandini
2 comments:
ini karya ulka buat sayembara cerita mini PPI yaman?:)
selamat,,ya,,bisa masuk 100 besar
semoga lain kali bisa lebih tinggi peringkatnyaa
hihi iya za..hamdulillah x)) amiiin *) makasih ya za
Post a Comment