02 June 2013

Catatan Harian Tunisia Part 9.12.1


#NowPlaying A Match Made in Heaven  

27 Januari 2011

Tidak terasa revolusi sudah berlalu. I mean, it is not over yet. Namun, tinggal di wisma, memakan makanan Indonesia setiap harinya, membaca berita, bergaul dengan TKW, terkatung-katung dalam keadaan yang tidak jelas, seringkali panik, aku merindukannya. Aku merindukannya. Revolusi yang sudah membuat semua mata dunia tertuju pada Tunisia itu sudah (belum) berakhir. Revolusi yang selalu sukses menganggu tidur malamku itu, sudah cukup pulih. 

Tentang pekerjaan, aku masih belum berubah. Aku masih belum bisa menahan diri dari godaan mengakses Buku Muka, provoke-online.com, kompas.com, ketika bekerja. Kadang aku juga membuka email, which is, berhubungan dengan pekerjaanku di Radio PPI Dunia. Kamu tahu kan, aku bekerja di Radio PPI Dunia. Aku adalah kru tim program. Dan pekerjaanku banyak sekali ditambah karena dua partnerku sedang cuti. Terpaksa aku yang mengerjakan semuanya seorang diri. Namun, ada berita baru, satu email menyatakan, RRI (Radio Republik Indonesia) meminta kerjasama dengan radioku. Aku pun mendengarkan podcast Mimo, temanku, tentang tuntutan revolusi di Mesir, negara tempat ia berkuliah. Bagaimana kalau aku membuat podcast untuk Tunisia? Menarik.

Saatnya untuk makan siang. Oh tidak, sebelum makan siang, aku sudah melakukan "rekreasi" tersendiri yaitu foto-foto di kamar mandi. Aku merasa cukup manis hari ini, tidak apa kan menghargai diri sendiri dengan foto-foto? Setelahnya, aku langsung membeli sandwich di restoran yang biasa aku kunjungi. 

They are still alive! Ya, restoran yang biasa kukunjungi sebelum masa revolusi ini masih berfungsi normal seperti biasa. Aku tidak bisa menghabiskan waktu banyak-banyak di sana karena aku harus segera kembali bekerja. Di tengah semangat yang membuncah, aku melihat email  yang baru saja dikirimkan Bapak. Email itu berisi motivational quote yang biasanya Bapak kirimkan padaku, "There's always a way - if you're commited", begitu pesannya. Aku tertohok. Aku belum menyelesaikan proposalku. Juga pekerjaan ini. Aku memang malas. Aku pun segera kembali ke pekerjaanku. Selain itu, Bapak juga bertanya bagaimana pekerjaanku dan makananku. Pertanyaan yang paling lucu adalah tentang hubunganku dengan rekan kerja. Maksudku yang lucu adalah jawabannya karena aku di sini tidak mempunyai rekan kerja. Habis, aku sendiri di ruangan. Hanya ada dua bos dan satu staf keuangan di ruang lain. Simply, i can't talk to anybody.

Hari ini cukup menarik, banyak berita baru. Aku juga lebih bisa menghargai diriku sendiri. 

Kecup!

Sampai besok,
Chandini



No comments: