15 January 2012

Mau Kemana?


Kejadian ini sering banget terjadi. Terutama di atas Bus kota, yang sering gw alami. Dulu gw biasa menjawab pertanyaan itu yang akhirnya berujung dengan berbincang-bincang. Dengan situasi yang sama, duduk bersebelahan di atas bus menuju satu tujuan, hitung-hitung menghabiskan waktu di jalan atau sekedar kenalan. Sama seperti di Tunisia, gw pun sempat  melakukan hal yang sama. Tetapi sekarang, gw nggak lagi menjawab pertanyaan itu.

#Bus Damri: Jurusan Airport-Bekasi

Gw duduk di dekat jendela. Kepala gw ditutupi hoody jaket Converse. Gw memandang ke luar jendela. Seminggu di Malaysia membuat gw cukup sulit balik lagi ke Jakarta. Tiba-tiba..
Mas sebelah gw: “Mau kemana Mbak?”
Gw: (diam tetap memandang ke jendela)
Mas sebelah gw: (Ikutan diam)


#Bus Aja : Jurusan Bekasi – Merak

Gw duduk di jok tiga orang. Sebelah gw adalah Ibu-ibu yang lagi bercanda dengan anaknya di samping Beliau. Pengamen di kiri gw semangat mengamen dengan gitar kecilnya. Selesai pengamen itu keluar, beberapa menit kemudian datang lagi pengamen lain.
Ibu sebelah gw: “Banyak amat pengamen. Baru aja selesai datang lagi.” (Sambil nengok ke gw)
Gw: (Senyum-senyum mengiyakan)
Pengamen: (selesai mengamen) “Ya, saya minta tolong kepedulian Bapak Ibu di atas bis ini untuk memberikan sedikit rejeki kepada saya.” (membuka bungkus permen sebagai tempat sumbangan)
Pengamen: “Mbak..” (Meminta sumbangan)
Gw: (Menggeleng)
Pengamen: “Bu..”
Ibu sebelah gw: “Nggak. Banyak amat pengamen baru satu selesai datang yang lain.” (senyum ke gw)
Gw: (senyum-senyum juga)
Ibu sebelah gw: “Mau kemana Mbak?”
Gw: (pura-pura melihat ke jendela)
Ibu Sebelah gw: “Mbak..”
Gw: (Diam)
Ibu sebelah gw: (ikutan diam)


#Bus Arimbi : Jurusan Bekasi-Merak

Gw memilih duduk di Mas-mas yang sendirian di jok tiga orang. Ketika melihat gw, Mas itu memancarkan air muka yang berbeda. Gw bingung, cuek. Dia mempersilakan gw duduk di dalam alias samping jendela. Lalu, ada seorang Mas lagi yang ingin duduk di bangku gw, jadilah si Mas tadi duduk di tengah alias sebelah gw persis. Gw lagi asik memandangi jendela, seperti biasa. Dan..
Mas sebelah gw: “Mau kemana?” (dengan suara yang pelan dan halus tepat di kuping gw)
Gw: (bulu kuduk gw naik. Merinding dengar suara Mas itu. Gw diam.)
Mas sebelah gw: (ikutan diam)
Selebihnya yang terjadi adalah Mas itu menjepit gw di pojok. Gw nggak tahu apa Mas yang paling pinggir memang duduk seenaknya sehingga si Mas yang di tengah ujungnya melampiaskan kesempitan itu ke gw. Bahunya benar-benar menjepit bahu gw. Posisi dia mepet banget sama badan gw. Membuat gw nggak bisa bergerak sama sekali. Tapi gw masih bisa menyisipkan tangan kiri gw biar dia nggak macem-macem. Bahkan dia juga masih bisa tidur dan arah kepalanya selalu menghadap gw. Gw melawannya dengan menggencet bahu si Mas biar dia bangun tidur dan arah kepalanya nggak ke gw. Astagfirullah, kalo aja gw punya kekuatan super, langung gw tonjok muka itu Mas-Mas. Sama sekali nggak berper-kewanitaan. Badannya yang mepet ke gw, kepalanya yang seolah mau tidur di bahu gw. Ini sama aja dengan“pelecehan seksual” secara halus. Alhamdulillah, bus sampai dengan cepat di Kebon jeruk dan gw pun langsung melempar muka jutek ke Mas tadi. 

Inti dari tiga kejadian di atas adalah sama. Gw memilih nggak menjawab pertanyaan kunci itu, “Mau Kemana?” Setelah hal-hal kurang menyenangkan yang gw alami di Tunisia dan Turki, gw memilih untuk bungkam dan tutup mulut sebelum pertanyaan merembet ke hal lain. Even untuk Ibu-ibu di kejadian nomor dua yang sebenarnya gw pengen banget menjawab Beliau, tetapi gw memilih untuk tetap diam. Karena gw nggak pernah tahu akan menjalar kemana pertanyaan itu, mungkin yang tadinya cuma nanya mau kemana jadi tinggal dimana, berapa nomor telepon dan lainnya. Apalagi untuk Mas nomor tiga, gw mengkategorikannya sebagai penjahat bus kota. Dan gw selalu ingat kalau sekarang gw tinggal di kota yang berkriminalitas tingggi, yang mirisnya, keramahan penduduk itu seakan terkikis dengan perlakuan tidak senonoh dari orang-orang yang juga adalah sesama penduduk itu sendiri.


No comments: