Hello x)
How was your day? I don’t know what should i say about my day. Well, let’s just start the story..
Hari itu adalah hari Selasa. Hari dimana gw akan tahu berapa hasil TOEFL gw setelah seminggu lamanya menunggu. Gw pun pergi dengan sedikit rasa kesal karena merasa nggak ada yang peduli di rumah. Mungkin hanya perasaan gw yang kelewat sensitif or mereka emang lagi sibuk sama urusan masing-masing. Hujan rintik-rintik mengiringi kepergian gw.
Bukan. Gw belom meninggal. Opening yang agak dramatis emang sengaja gw pilih kali ini. Jodoh gw adalah bertemu dengan Bus 27 jurusan Bekasi-Blok M. Udah lama juga nggak naik bus ini karena biasanya gw prefer bus AC tapi it’s okay yang penting cepat sampai tujuan. Banyak orang duduk di jok depan menandakan bis ini udah penuh. Gw masih mengharap ada sisa kursi. Gw pun melangkah ke belakang..
--Ternyata ada jok 3 yang masih terisi dua orang. Gw memastikan buat duduk di situ--
Gw: Mas, boleh geser nggak?
Mas: Basah Mbak (sambil membuka penutup kertas nasi di jok)
Gw: (monolog) “Oh..Pantes ditutupin kertas..”
--Gw melihat ada satu bangku kosong di belakang. Gw langsung duduk di kursi tersebut. –
Gw: (monolog) “Aduh sempit banget. Udahlah daripada berdiri. Lumayan duduk sedikit juga.”
--Sebelah gw adalah Ibu-ibu yangbertubuh agak besar. Wajar kalo Beliau mengambil porsi duduk gw. Anak kecil yang lucu menggemaskan ada di pangkuan Ibu tersebut.—
Gw: (monolog) “Iih..anaknya lucu banget. Putih..perempuan..pipinya ngegemesin. Iihhh..”
(Gw yang emang suka sama anak kecil nggak tahan buat mencubit pipi anak itu. Si anak juga ikut kegirangan )
Anak kecil: “hehehe.....” (sambil menggerak-gerakkan tangannya)
Ibu sebelah gw: “Hihhihi..” (Ikut tersenyum)
--Tiba-tiba ada segerombolan orang naik ke atas bus. Bus makin penuh dan nggak ada lagi kursi kosong.
Sebelah gw persis adalah seorang Ibu dengan anak lelaki kecil.--
...Sepuluh menit berlalu..
--Bus mulai melesat di jalan tol. Suara angin, teriakan anak, dan dengung mesin bercampur menjadi satu. –
Anak lelaki di sebelah gw: “Mau duduuuukkk...” (merengek ke Ibunya minta duduk)
Ibu anak lelaki: “Sebentar lagi juga sampai. Sabar ya”
Anak lelaki di sebelah gw: “Huaaa...mau dudukkkk...” (matanya memelas dan persis ketika gw menengok ke arahnya)
Ibu anak lelaki: “Sudah ya..mau ke depan? Yuk..” (membawa anaknya ke depan)
Gw terdiam. Gw lihat banget ekspresi wajah anak kecil itu. Tubuhnya kurus. Rambutnya cepak dan matanya besar. Mata yang besar itu merintih ketika dia teriak minta duduk.
Gw: (monolog) “Apa gw kasih aja ya? Tapi gw bakal berdiri..jauh lagi..pegel..huff Sementara dapet ini bangku juga susah tadi..Syukur dapet..hemm..tapi anaknya kasian..Ibunya juga..”
--Gw memperhatikan mereka dari jauh. Mereka berada sekitar dua bangku dari gw. Anak laki-laki itu juga masih teriak minta duduk. Mata gw nggak lepas dari mereka. Gw pengen kasih bangku tapi bingung timing yang tepat. Di depan, juga ada Bapak-bapak tinggi besar menutupi akses gw. Akhirnya.........--
Gw: (bergerak maju) “Permisi, Pak.”
(Ibu itu lagi ngobrol sama anaknya. Gw menepuk pundak Beliau) “Bu, Pakai aja bangku saya”
Ibu anak lelaki: “Oh ya..terimakasih..terimakasih” (sambil menenangkan si anak dan pergi ke jok belakang)
Gw langsung ambil posisi berdiri dan pegangan di tiang atas. Mata gw lurus ke depan. Bukan sok baik, tapi gw pengin bantu orang selama mampu. Ingatan gw terbang ke Tunisia, dulu gw juga pernah melakukan hal yang sama di Metro. Tunisia dan Metro adalah dua hal yang selalu gw kangenin. Ah, sudahlah. Dua anak sekolah di depan gw sibuk ngobrol. Si anak cowo sadar kalo ada rintik air jatuh ke bajunya. Yap, selain bocor di sana-sini, jok bus juga robek, kotor...keadaan yang memprihatinkan. Selama masih bisa jalan dan dipake buat nyari duit, hajar terus. Mungkin itu yang ada di pikiran Pak Kondektur.
“Hahaha..Itu Bu..” Suara renyah itu mengalihkan pikiran gw. Nampak si anak lelaki duduk di pangkuan ibunya, dia sedang asik melihat lalu lintas jalanan dari jendela. Seru. Seolah matanya berbicara ketika melihat desakan motor dan mobil tumpah menyeruak. Gw pun tersenyum dan mengencangkan pegangan kuat-kuat.
To Be Continued...
To Be Continued...
No comments:
Post a Comment