15 January 2012

Out of the Blue


Sore itu gw terpaksa ikut acara bokap, seperti kita tahu bahwa acara orang tua dan anak muda sungguh berbeda, Sobat. Acara besar itu adalah Rapat Besar ASPEK (Asosiasi Serikat Pekerja) Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Pos Indonesia, Pasar Baru, Jakarta. Dari namanya aja, perlu  kesadaran tingkat tinggi buat ikutan, apalagi gw yang nggak tahu apa-apa, mending tidur di rumah. Nggak ada pilihan, gw lebih memilih bengong di ruang rapat, daripada balik sendirian di tengah hujan.

Satu jam kemudian..

Rapat masih kisruh dengan debat kusir soal hidup para pekerja Indonesia. Kalo debat soal musik indie gw pasti semangat, boro-boro mikir tentang nasib para buruh, hidup gw aja belom jelas. Akhirnya break datang juga. Gw harap Bokap berniat pulang sekarang. Dari jauh, gw lihat Bokap lagi dikerubungi teman-temannya. Bokap emang gaul banget, anak muda, orang tua, kaya, miskin, semua jadi teman Bokap. Puas bersalam-salaman, Bokap datang menghampiri gw, Nyokap dan Adek gw, Angga, bersama seorang teman.

Bokap: “Ka, ini temen Bapak, dia dulu Ketua PPI Malaysia.”
Temen Bokap: (tersenyum)
Gw: “Oh, saya dari PPI UUM.”
Temen Bokap: “Oh, UUM. Saya terpilih waktu kongres di UUM tahun 2008. Angkatan berapa?”
Gw: “2008.”
Bokap: “Dia juga S3 loh, Ka. Ini coba kasitahu anak saya dia masih bingung.”
Temen Bokap: “Lanjut aja, ambil kesempatan. Orang yang belajar pasti selalu dihargai.”
Bokap: “Tuh, bener kan. Tadinya dia ragu-ragu.”
Temen Bokap: “Nggak, sekarang gini, kalo kamu mau langsung kerja sekarang, harus mulai dari bawah dulu. Customer Service, banyak temen saya lulusan luar di bank-bank besar kerjanya nelpon-nelpon. Padahal lulusan luar lho.”
Gw: (Monolog) “Gw diceramahin nih.” (Tersenyum khidmat)
Bokap: “Bener. Nah saya jarang-jarang nasihatin begini.” (Sambil ketawa)
Temen Bokap: “Iya nanti kalo kamu udah S3 bisa pilih-pilih, Ah ini saya nggak suka, kalo sekarang nggak bisa, apa yang ada ambil dulu karena nggak banyak pilihan.”
Bokap: “Hmm..”
Nyokap: “Iya..tuh Ka..” (Melirik gw)

Temen Bokap: “Gini, ibaratnya lulusan S1 itu lobangnya kecil-kecil tapi peminat banyak, puluhan ribu dari seluruh Indonesia. Kalo kerja yang spesifik seperti konsultan, peneliti, lobangya besar tapi peminat sedikit, karena perlu orang-orang yang expert di bidangnya. Nggak bisa main-main, makanya lobang ini dihindari.
Gw: (masih tersenyum khidmat)
Temen Bokap: Nanti kalo kamu udah lulus S3 pasti dicari. Kayak saya, waktu interview saya ditanya apa bisa bidang ini, meskipun bukan bidang saya, saya bilang, wah ini saya bisa pelajari. Saya udah biasa penelitian.” (Muka lelaki ini sangat meyakinkan)
Bokap: (Manggut-manggut)

Temen Bokap: : “Sekarang mending sekolah dulu, minimal S2 nanti kamu nggak usah starting dari bawah karena kamu bisa langsung ke posisi manager, atas. Apalagi S3..nanti kamu cari beasiswa dari luar atau pemerintah. Lumayan uangnya, udah bisa kipas-kipas. (ketawa kecil)
Bokap: “Wah bener tuh ka. Iya lho, saya juga ngerasain, saya orang lama, tiba-tiba ada anak baru lulusan master aja jabatan udah sama kayak saya yang pengalaman 25 tahun. Udah gitu saya juga bingung kalo interview dan ditanya soal gaji, mereka jawab sesuai kantor ini aja Pak, mereka nggak menghargai diri sendiri, gitu lho.”
Temen Bokap: “Memang, Pak. Mereka yang penting status dulu. Saya juga interview lulusan master dari sini mau digaji 1.5 Juta. Mana cantik-cantik, kelihatan orang kaya tapi mereka nggak punya pilihan. Yang penting kerja, itu dulu.”
Bokap: “Iya, ya. Sama di tempat saya juga gitu, pasrah aja. Padahal harusnya mereka berani donk.”

Temen Bokap: “Begitulah, Pak. Oh ya, nanti minta beasiswa dari kampus aja. Biasanya ada target setiap kampus misal harus menghasilkan tiga dokter dua master, dikasih uang dari pemerintah. Saya juga dulu nggak ada uang, kerja di hotel, nulis-nulis artikel, eh ada yang tertarik, saya dipanggil katanya ide saya bagus. Terus saya bilang, saya nggak ada uang buat kuliah. Langsung dia kasih form beasiswa, oh, ini  isi formnya.”
Gw: “Tapi di kampus saya sedikit..1000 per bulan.”
Temen Bokap: “Oh gitu, mungkin nanti kamu bisa ikut project-project dari luar. Kayak saya bisa jalan-jalan sambil ikut short course ke Italy, Singapur. Itu semua dibiayain.”
Gw: (monolog) “Lumayan juga kalo bisa travelling sekalian.”

.................................................... Perbincangan terus berlanjut ......................................................

Out of the blue, gw menemukan pencerahan di sini. Di rapat yang sama sekali nggak ada kaitan dengan gw, di gedung pos yang udah tua renta dan reot, Allah mengirimkan orang yang menjawab resah dalam hati. Tentang pertanyaan yang selama ini menari-nari di kepala. Satu hal yang gw takuti dan cemaskan juga sukses menganggu tidur akhir-akhir ini. Dan sekarang gw yakin, kalau Allah telah menyiapkan satu jalan terbaik untuk gw, untuk setiap hamba-NYA.

No comments: