23 May 2013

#23. Catatan Harian Tunisia Part 9.4 (Finally!)


#NowPlaying Florence + The Machines Songs


Finally, Tunisia Story again!

For the previous story, sorry if you found many mistyping. It was written on the bus...


16 Januari 2011

Berita soal revolusi masih menjamur. Dan aku masih sibuk dengan bbc.com ku yang sudah kubookmark di homepage handphone. Setiap pagi, icon itu yang akan aku klik pertama kali untuk mengawali hari. Semua berita Tunisia kubaca sampai kepala mumet. Lalu seperti biasa, aku akan melaporkannya ke Pak Rusli dan Mbak Tuti di dapur belakang. Jadi sembari mereka memotong bawang, mereka juga akan mendengarkanku mengoceh soal hal yang happening saat ini. Sesekali mereka tertawa mendengar ocehan-ocehanku yang sedikit berlebihan. 

Aku tidak melakukan apa-apa hari ini. Seperti biasa, hanya berselancar di internet. Oh iya, hari ini di Wisma ramai. Tahu kan kenapa? Karena para TKW sudah mulai berdatangan. Iya, lima orang TKW yang kemarin datang saja sudah cukup membuat kamarku sempit. Jadi aku terpaksa pindah ke kamar atas dengan Kak Risa. Bapak sangat baik. Aku bisa melihat dari cara Beliau menyuruhku pindah kamar. Ketika para TKW berkumpul dan berbaris di ruang tengah, ia berbicara padaku yang tengah online di sofa, "Ulka sekamar sama Risa saja," katanya. Aku terdiam. Lalu aku segera beranjak dan memindahkan semua barangku. Kamarku yang baru posisinya dekat dengan kamar Bapak. Bapak adalah seorang Duta Besar. Dan Beliau sama sekali tidak sombong. Luar biasa. 

Setelahnya, aku pun kembali online. Entah berbicara dengan Laras dan Rachman di skype atau mencari Febrian di messenger. Omong-omong soal percintaan, aku lelah sebenarnya untuk long distance relationship tetapi mau bagaimana lagi.  Ini semua adalah kosnekuensi yang harus dijalani. Malamnya, aku mendengar berita baik, kalau Mebezza baru saja dilantik untuk menjadi presiden sementara menggantikan Ganouchi.  Kata orang-orang, umur Ganouchi sudah uzur jadi sudah saatnya Mebezza untuk tampil (1). Tidak berapa lama, aku melihat foto bendera Tunisia dengan tangan yang saling berpegangan di Buku Muka. Aku segera mengganti profile picture-ku dengan foto tersebut dan mentag semua teman-temanku. Pak Jum, Dita dan Fathia mengomentari fotoku. Oh iya, salah satu senior mengucapkan selamat padaku karena sekarang aku sudah bisa bahasa Perancis dan Arab. Ia menuliskannya di dinding Buku Muka. Wah, ia tidak tahu saja. Aku teringat dengan buku Bahasa Perancisku yang tertinggal di Sfax. Ah, tidak. 

Sudah lama aku menunggu Febrian untuk online namun ia tak kunjung muncul. Kemana dia?


(1) Fouad Mebezza dilantik menjadi presiden sementara menggantikan Ganouchi


17 Januari 2011

Pagi ini dimulai dengan mempost video di Buku Muka. Video-video itu berkaitan dengan keadaanku sekarang. Michael Jackson dengan Heal The World, Elle est tres mignone, Blink 182 "I Miss You" dan The Groove "Khayalan". Semua video itu membawaku ke masa lalu kecuali Michael Jackson dan Elle est tres mignone. Ya, aku sangat suka lagu Michael Jackson yang satu itu karena aku ingin semua manusia di sini bisa mengerti pesan kemanusiaan yang tersemat dalam lagu tersebut. Aku ingin Tunisia bisa revoulusi secara damai. Video kedua kutemukan secara random, aku lupa kalau aku menelusuri akun Buku Muka siapa namun aku menemukannya, si anak kecil lucu yang bernyanyi-nyanyi di video itu. Lucu sekali. Well, video yang ketiga, kau tahu kan untuk siapa. Kalau video yang keempat, ini spesial. Lagu ini dinyanyikan oleh aku dan Farisa sewaktu kami diguyur hujan di event musik terkenal. Aku sangat ingat, persisnya, ketika hujan semakin deras namun kami malah makin asik terbawa dalam alunan vokal Rieke dan Rejos. Malam itu di Jakarta. Aku merindukannya. 

Oh iya, baru saja Wissem menelponku. Wissem, salah satu teman di lembaga pertukaranku. Masih ingat kan? Ia menanyakan bagaimana kabarku lalu ia melaporkan bahwa situasi di Sfax sudah mulai kembali normal. Ya, walaupun setiap orang masih berjaga-jaga dan bergantian menjaga kompleks rumahnya. Aku senang sekali menerima telpon itu karena akhirnya ada juga dari mereka  yang  peduli denganku. Hari semakin larut. Namun, aku tidak bisa tidur karena helikopter ini terus mengelilingi rumah. Helikopter itu sedang patroli memantau keadaan. Seperti lebah yang berputar-putar di sekitar bunga. Aku baru saja habis chatting dengan Rachman. Dan, ingin tidur. Namun, suara helikopter itu seperti tepat di atas kepalaku. Bagaimana aku bisa tidur? 



See You in Next Part,
Chandini



No comments: