#NowPlaying Bass Project - Hanya Dia
22 Januari 2011
Akhirnya setelah seminggu dikrangkeng aku keluar dari "penjara". Sebenarnya, ini hanya kebetulan, hari ini Kak Risa sedang ada di rumah dan karena aku baru saja habis "berantem" dengan Ibu, aku pun memutuskan untuk mengajak Kak Risa pergi keluar. Actually, it was not a real fight, hanya salah paham antara anak dan orang tua. Aku kurang sabar mengajarkan Ibu dan Ibu pun juga tidak sabar menunggu pertanyaannya dijawab olehku. Namun, tidak apa, aku pun segera mengajak Kak Risa untuk pergi keluar. Di jalan, Kak Risa memberitahuku kalau aku tidak boleh bertindak seperti itu. Tetap saja aku yang harus sabar karena aku yang mengerti seluk beluk komputer yang menjadi pertanyaan Ibu. Jangan sampai terjadi salah paham hanya karena masalah kecil seperti ini. Perjalanan singkat dari wisma menuju kantor pun berlangsung senyap.
Akhirnya sampai juga di kantor, kantor KBRI ini pun sepi. Tidak ada orang di sini. Oh tidak, aku sudah janjian dengan Aris. Ya, Aris, ingat kan, temanku yang kutemui waktu malam tahun baru? Jujur aku sengaja janjian dengan Aris untuk menghindar dari Bang Radit. Tahu tidak, aku merasa Bang Radit diam-diam naksir aku. Ketika melihat Aris di perpustakaan kantor, aku segera pergi menyapanya. Aku hanya ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan Aris agar Bang Radit tidak mendekatiku. Sepertinya, seminggu penuh menjaga kompleks perumahan cukup berdampak bagi dirinya, dapat dilihat dari lingkaran hitam di bawah mata Aris yang tak pernah muncul sebelumnya. Namun, semangatnya begitu berapi-api ketika kutanyakan pendapatnya mengenai revolusi Tunisia. "Tunisia hebat! Tunisia yang pertama!", begitu katanya. Memang, Tunisia adalah negara pertama di Afrika Utara yang melakukan revolusi. Kudengar Egypt dan Libya pun juga sedang mulai "panas". Mereka terinspirasi dari rakyat Tunisia yang dapat menjatuhkan pemerintahan diktator yang mendera mereka selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Ya, Tunisia adalah negara pelopor.
Setelahnya pun, aku pergi ke ruang musik yang ada di ruangan sebelah. Ada Bang Radit di sana, ia sedang memetik gitar. Spontan, aku minta diajari bermain gitar tetapi aku teringat kata-kata Febrian yang mengatakan kalau aku tidak boleh belajar gitar dengan laki-laki. Aku langsung mengalihkan pembicaraan, alih-alih kami berbicara mengenai grup musik favoritku. Kusebut saja, White Shoes and The Couples Company, SORE dan band-band Indie yang sedang populer di jaman sekarang. Oh ya, aku memang suka musik Indie. Entah kenapa aku kurang suka musik mainstream. Sesudahnya, aku pun pergi solat dan karena aku bosan solat di kantor, aku pun memutuskan untuk solat di Rumah Pak Yusuf. Nah, Rumah Pak Yusuf ini berada persis di sebelah kantor. Mungkin Pak Yusuf adalah satu-satunya staff KBRI yang tidak pernah terlambat ke kantor
Rumahnya biasa saja. Di dalamnya, ada dua anak kecil yang menghiasi rumah mereka dengan tangis dan tawa. Namun, cerita di rumah ini yang tidak biasa.. ada Bang Radit di sini! ....
Mau tahu ceritanya? Sampai besok ya!
♥
Chandini
No comments:
Post a Comment