1 Januari 2011
Kamu sudah lihat kan foto-fotonya kemarin? Sidi Bou Said adalah salah satu tempat terindah di Tunisia. Well, mungkin karena ia juga adalah tempat pertama yang kukunjungi. Namun aku tidak pernah melihat tempat seperti ini sebelumnya bahkan di negaraku. Oh ya, aku bisa ke sana karena bantuan Fathia. Begini ceritanya, aku bangun cukup siang lalu setelah mandi dan makan aku pun bingung apa yang harus kulakukan. Mbak Tuti bilang lebih baik aku pergi jalan-jalan. Kebetulan Mbak Tuti adalah pembantu di sini dan masakannya sangat lezat, kawan. "Itu tempatnya tinggi..banget. Nanti kamu bisa lihat semua yang ada di bawah," Mbak Tuti berbicara sambil menggerak-gerakkan tangannya. Aku sebenarnya sangat ingin jalan-jalan namun aku tidak ingin merepotkan orang lain. Apa aku harus telepon Fathia ya? "Iya..telepon saja Fathia," kata Mbak Tuti. Tidak lama Fathia pun datang. Dengan syal ungu, jaket hitam dan tas batiknya,d ia menjemputku. Ia bilang, Fitri, salah satu kawan kami pun ikut pergi bersama. Baiklah, satu personil tambahan datang. Kuharap ini akan menjadi perjalanan yang menyenangkan.
Pertama kali sampai di Sidi Bou, aku harus mendaki jalanan. Ya, ini seperti Puncak, kawan. Maksudku jalannya yang mendaki. Lebih tepatnya, ini adalah tempat wisata dengan jalanan yang mendaki. Kami sudah sangat letih mendak. Namun, aku menikmati pemandangan ini. Fathia dan Fitri pun asik berbincang. Ternyata ini juga yang pertama kalinya untuk Fitri. Di sepanjang jalan banyak pintu berwarna biru. Ya, pintu Tunisia yang unik dan khas sekali. Lalu, ada banyak barang-barang dijajakan mulai dari gantungan kunci, lukisan, gelang, baju dan lainnya. Bahkan aku memergoki shisha dalam ukuran besar. Well, setiap melihat tempat menarik kami pun selalu berfoto. Sampai akhirnya aku sudah lelah dan hanya terpaku memandangi orang-orang sekitar. Mereka berbicara bahasa Arab, aku masih belum menangkap. Tidak jauh, kami menemui satu kedai makanan yang sangat ramai. Sepertinya semua orang pergi menuju sana. Ada banyak makanan manis. Namun, ada satu jenis yang paling murah. Ia diminati semua orang, namanya Bambaloui. Bentuknya seperti donat panjang dan lebar dengan lapisan gula-gula di atasnya. Sungguh, sangat ingin mencicipinya. Harganya 500 milim saja. Aku ingin membeli tetapi fathia bilang nanti saja karena kedai itu masih ramai.
Kami pun melanjutkan perjalanan menuju atas. Di atas lebih banyak barang menarik lagi. Rasanya aku ingin membeli semua ini sebagai oleh-oleh. Namun, Fathia bilang harganya mahal. Aku pun mencoba memberanikan diri bertanya pada salah satu penjual, ia bilang harga satu minyak wangi itu 50 dinar. Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Tepat di sebelah kedai itu ada satu bangunan yang mnegundang perhatian. Aku tidak tahu apa itu tetapi Fathia bilang itu cafe. Bagus sekali. Ada tangga menuju atas dan banyak orang pergi ke cafe itu. Kami terus melanjutkan perjalanan dengan melihat sana-sini. Akhirnya kami sampai di satu kafe yang menurut Fathia tidak boleh terlewatkan. Wah, indah sungguh. Kamu bisa melihat apa saja yang ada di bawah. Ada laut terbentang luas dengan banyak kapal di bawahnya. Aku tercengang melihatnya. Di sebelah ada tangga menuju tempat duduk-duduk. Ya, kita bisa duduk sambil menikmati pemandangan di sana. Sayangnya, aku harus pergi ke kamar mandi sebentar. Aku pun masuk ke salah satu kamar mandi umum. Kotor. Tidak beda jauh dengan Indonesia. Hanya ada ember dan tempat untuk pipis. Aku pun keluar dan ternyata memang sudah disediakan wadah sebagai imbalan untuk memakai kamar mandi ini. Lagi, sama seperti Indonesia. Aku tidak menyerahkan uang karena menurutku mahal sekali kalau aku harus membayar 1 Dinar. Orang-orang tersenyum melihatku dengan kaos bertuliskan"I Love Thailand Because Somebody in Thailand Loves Me ", pasti mereka menyangka aku orang Thailand.
Kami pun melanjutkan perjalanan menuju atas. Di atas lebih banyak barang menarik lagi. Rasanya aku ingin membeli semua ini sebagai oleh-oleh. Namun, Fathia bilang harganya mahal. Aku pun mencoba memberanikan diri bertanya pada salah satu penjual, ia bilang harga satu minyak wangi itu 50 dinar. Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Tepat di sebelah kedai itu ada satu bangunan yang mnegundang perhatian. Aku tidak tahu apa itu tetapi Fathia bilang itu cafe. Bagus sekali. Ada tangga menuju atas dan banyak orang pergi ke cafe itu. Kami terus melanjutkan perjalanan dengan melihat sana-sini. Akhirnya kami sampai di satu kafe yang menurut Fathia tidak boleh terlewatkan. Wah, indah sungguh. Kamu bisa melihat apa saja yang ada di bawah. Ada laut terbentang luas dengan banyak kapal di bawahnya. Aku tercengang melihatnya. Di sebelah ada tangga menuju tempat duduk-duduk. Ya, kita bisa duduk sambil menikmati pemandangan di sana. Sayangnya, aku harus pergi ke kamar mandi sebentar. Aku pun masuk ke salah satu kamar mandi umum. Kotor. Tidak beda jauh dengan Indonesia. Hanya ada ember dan tempat untuk pipis. Aku pun keluar dan ternyata memang sudah disediakan wadah sebagai imbalan untuk memakai kamar mandi ini. Lagi, sama seperti Indonesia. Aku tidak menyerahkan uang karena menurutku mahal sekali kalau aku harus membayar 1 Dinar. Orang-orang tersenyum melihatku dengan kaos bertuliskan"I Love Thailand Because Somebody in Thailand Loves Me ", pasti mereka menyangka aku orang Thailand.
Kami pun memutuskan untuk duduk di cafe itu. Datang seorang garcon, yang membawa buku menu untuk ditawarkan kepada kami. Aku memutuskan untuk memesan hot chocolate sementara Fitri memesan jus Strawberry. Kami asyik berbicang dan mengamati indahnya pemandangan dari atas sini. Awan bergerak bebas dan matahari mulai turun tenggelam. Pertanda hari menjelang malam. Kami pun pulang dengan sedikit kaget akan harga dari minuman yang kami pesan. Satu jus adalah seharga 7 dinar. Aku benar-benar tidak akan lagi minum di sini. Malam itu kami tidak tahu jalan pulang. Taksi pun tidak ada yang ingin diberhentikan. Kami berjalan tanpa arah. Bahkan kami sempat memasuki areal Sidi Bou Said kembali. Akhirnya setelah sekian lama, ada juga taksi yang mengantarkan kami pulang. Hari yang cukup melelahkan. Terima kasih karena aku sudah diberi kesempatan menikmati keindahan-Mu, ya Allah.
Selamat tidur!
♥
Chandini
3 comments:
bikin novel aja ka, kan lagi musim sekarang yg latar belakangnya luar negri..
a beautiful day in Sidi Bou Said - Connie
Connie: Yes, Dear.. x')
Uut: haha iya ut, aku emang mo bikin novel <3
Post a Comment