06 May 2013

#6. Catatan Harian Tunisia Part 7,2

#NowPlaying Bon Iver- Skinny Love

5 Januari 2011

Hari ini menyenangkan. Di pagi hari, waiter memberikanku segelas kopi lengkap dengan penganan. Ia awalnya menawarkanku segelas orange juice tetapi tidak, tidak, kubilang aku mau kopi. Ia dengan bahasa tubuhnya memastikan kalau aku ingin kopi. Aku pun mengangguk-angguk. Tidak lama, ia datang dengan membawa kopi juga penganan itu, kawan. Ya, penganan itu adalah bonus daripadanya. Ada empat kue kecil dan bentuknya lucu-lucu sekali. Dua di antaranya berbentuk bulat dengan meses warna warni di atasnya. Sementara, dua yang lain berbentuk wajik dan ada lapisan cokelat di atas. Waiter ini sabar sekali menghadapiku yang tergagap-gagap dengan bahasa Perancis. Ia hanya tertawa setiap kali aku mengucapkan kata-kata yang salah. Aku hanya bisa tersenyum. Dan hariku pun dimulai. Pekerjaanku berjalan lancar. Aku pulang dengan hati senang.

Malamnya, kami berjalan-jalan. Ya, kami pergi ke Feeling cafe. Shizu, sahabat Wajih, mengunjungi kami. Kami pun sebenarnya bingung mau pergi kemana tetapi setelah Shizu memberitahu bahwa kami akan pergi ke Feeling Cafe, kami pun setuju. Feeling Cafe adalah cafe yang "hangat". Sesuai namanya, ia menyentuh perasaan. Mungkin karena namanya juga, semua pernak-pernik di dalam cafe mengilustrasikan mengenai perasaan manusia. Dan semua perasaan di dalam sana adalah gembira. Mulai dari buku menu, tatakan gelas, sampai tempat bill. Pernak-pernik itu berlukiskan icon smile yang tengah tersenyum. Membuat siapa saja yang tengah berkunjung ke sini menjadi ikut bahagia. Aku hanya sibuk memfoto mereka, pernak-pernik itu, untuk dokumentasi, sebelum Paulina menegurku karena aku terlalu sibuk dengan handphone. Atau  karena aku yang sibuk menulis status di buku muka. Semuanya diprotes oleh Paulina. Ya, ia ingin aku ikut masuk dalam pembicaraan. Karena aku memang selalu diam saja kalau di antara mereka. Habis aku tidak nyambung, sih. Tidak, sebenarnya karena aku juga baru kenal dengan Shizu. Entah kenapa aku menjadi pendiam dengan orang baru akhir-akhir ini. Sepertinya, aku mengalami krisis percaya diri. Sudahlah, yang penting aku sudah senang berfoto dengan gambar-gambar senyum ini. Ada dua buah lilin aromatherapy yang ditaruh di dalam tatakan berbentuk gelas bundar berwarna pink dan hijau. Indah sekali. Oh ya, aku minum thé normal, lagi-lagi. Minuman ini akan menjadi minuman kesukaanku di Tunisia. Aku sangat suka meminumnya karena harganya murah dan rasanya juga enak. 

Sesampai di rumah, Isa memberikanku kejutan. Ia memberikanku sepasang sendal Havaianas, ikat rambut dan gantungan kunci sepatu. Semua dari Brazil. Tadinya aku ingin memilih gantungan kunci berbentuk bendera tetapi kurasa kupilih yang unik saja, yaitu yang berbentuk sepatu. Well, malam itu aku tidur dengan nyenyak. Isa tidak tidur bersamaku. Ia tidur di kamar besar karena katanya di kamarku sangat dingin. Oh ya, aku memanggilnya Isa, singakatan dari Isabella. Ia yang memintanya. Ah, sudahlah, sudah malam. Lanjut besok lagi, ya!


Selamat Malam

Chandini




No comments: