....To be continued
20 Januari 2011
Ya, akhirnya mereka pun berbicara dalam bahasa Arab karena para TKW tidak bisa bahasa inggris. Para penjarah itu tetap menanyakan harta benda apa saja yang mereka punya. Dengan hati-hati, mbak-mbak TKW itu pun menunjukkan isi koper mereka. Walaupun hanya tersisa sedikit tetap saja koper itu diambil oleh para penjarah. Naasnya, koper mereka dibakar. Mereka tidak punya apa-apa lagi. Setelah memporak-porandakan seisi rumah, para penjarah pun pergi. Namun, ini adalah salah satu kebaikan dari masyarakat Tunisia, mereka tidak melakukan tindakan kekerasan apapun terhadap para TKW ini. Mahasiswa yang tadi menggedor pintu mereka pun bertanya kemana mereka akan pergi setelah ini. Dengan lesu, mbak-mbak perempuan bersahaja ini menggeleng. Mereka tidak tahu kemana arah pulang. Dan mahasiswa itu pun mengantarkan mereka keluar menuju pintu pagar. Mereka sama sekali tidak punya alas kaki karena sendal-sendal mereka telah ikut terbakar. Dan halaman rumah mereka pun telah dilempari beling dan tahi kambing. Sungguh, bau yang menuusuk ketika mereka melewati halaman rumah malam itu. Di jalanan, mereka pun kebingungan. Menangis, hanya itu yang bisa mereka lakukan. Tidak lama, mereka pun teringat akan rumah tetangga majikan mereka. Bapak itu pun membukakan pintu ketika para TKW meminta masuk. Beliau langsung mengobati kaki dan tangan mereka yang terluka. Sungguh baik, Bapak ini. Ya, karena majikan mereka sudah menitipkan pekerja-pekerjanya kalau kalau terjadi penjarahan dan sedari tadi Bapak ini menunggu saat yang tepat. Memang, para penjarah masih berkeliaran di luar. Esoknya, staf kedutaan pun menjemput para TKW yang bernasib malang ini. Begitulah, kisah mereka.
Aku tidak bisa membayangkan kalau ada di posisi mereka. Mbak ini pun masih menangis saat menceritakannya. Ia masih ingat dengan jelas persistiwa tersebut. Oh ya, nama Mbak ini adalah Yayah. Majikan mereka adalah salah satu anggota keluarga Trabelsi, keluarga dari istri kedua Ben Ali yang merupakan keluarga penguasa saham terbesar di Tunisia. Keluarga Trabelsi memiliki saham di perusahaan ponsel, bank hingga pendidikan. Itulah sebabnya mereka diburu oleh masyarakat Tunisia.
Aku memperhatikan screen handphone yang bertuliskan rekaman tadi. Aku siap menulis setelah ini.
Sampai Besok ;)
Chandini
No comments:
Post a Comment