27 May 2013

#26. Catatan Harian Tunisia Part 9.7


#NowPlaying Katy B feat Ms Dynamite - Lights On


21 Januari 2011

Aku mengajarkan para TKW tentang internet hari ini. Karena terlalu banyak TKW yang sedang mengungsi di wisma jadilah Bapak dan Ibu membuat kegiatan untuk mereka. Lebih baik daripada mereka tidak ada kerjaan. Karena kadang kulihat mereka hanya membantu Pak Rusli memasak di dapur atau mengobrol-ngobrol ria. Sekarang semua Ibu-Ibu Dharma Wanita pun sudah berkumpul di ruang tengah. Beberapa dari mereka sudah membawa laptop masing-masing. Namun itu semua tidak sebanding dengan alat yang dimiliki oleh satu TKW, ia mempunyai Ipad.  Iya, Ipad, salah satu keluaran produk Apple yang harganya mahal, canggih dan mutakhir itu. Namun, lucunya ia tidak tahu bagaimana cara mengoperasikannya. Oh ya, Isa sempat mengajak ngobrol di skype ketika aku mengajarkan mereka. Dan ia kaget ketika tahu aku sudah menjadi teacher, ia kira aku mendapat pekerjaan baru. Bengkel itu berlangsung tidak lama, sekitar dua jam. Sisanya berlanjut dengan makan siang dan mengobrol-ngobrol. Aku mengobrol cukup banyak dengan Ibu Gita. Beliau adalah istri dari Pak Giri. Kamu masih ingat, kan staff KBRI yang menjemputku ke Sfax waktu itu? Bu Giri orang yang ramah dan manis. Beliau juga berdarah sunda sama seperti Ibuku. Well, aku juga mengobrol banyak dengan Ibu Soraya. Kebetulan ia sedang mencari sekolah untuk anaknya dan ia bertanya mengenai biaya kuliah di universitasku. Aku cukup senang karena bisa mengobrol dengan banyak orang setelah selama seminggu hanya bertemu dengan orang yang itu-itu saja.

Oh ya, tadi aku tidak sengaja berbicara kepada Ibu kalau aku ingin pergi ke Tunis dan merayakan ulang tahun Fitri di rumahnya tanggal 29 nanti. Respon Ibu sangat di luar dugaan, ibu seperti panik, kata Beliau, "Nanti kalau terjadi apa-apa di jalan bagaimana? Situasi masih belum stabil....bla bla.." Aku terdiam. Kalau begini caranya aku tidak akan bisa ke Tunis minggu depan. Ah, andaikan aku tinggal di Tunis. Aku langsung mengirim inbox ke Fathia mengenai hal ini. Fathia bilang kalau mungkin aku bisa memakai alasan lain kalau ingin ke Tunis. Namun, Fathia juga membenarkan kata-kata Ibu kalau aku harus hati-hati. Terlebih aku pergi ke Tunis seorang diri. Oh ya, aku bakal punya housemate baru, namanya Rodrigo. Ia juga berasal dari Brazil sama seperti Isa. Dan ia akan datang ke Tunisia tanggal 29 ini. Bagaimana kalau hal ini aku jadikan alasan untuk pergi ke Tunis? Sepertinya menarik.

Isa masih bertanya apakah aku bisa mengantarnya ke bandara. Kubilang aku harus diantar oleh driver dan ia pun kembali terkejut kalau aku mempunyai driver sekarang. Ia tidak tahu kalau aku sudah menjadi "anak Duta Besar." Malam semakin larut, aku melirik jam dinding, pukul sembilan kurang sepuluh menit.  Bapak dan Kak Risa belum juga pulang. Mereka pasti tengah bekerja memikirkan nasib kami. Aku pun mulai bosan. Saatnya untuk berjalan-jalan esok ;)


Hari ini keadaan di Tunis sudah mulai kembali normal. Semua aktivitas sekolah akan dimulai kembali minggu depan. 


See You,
Chandini



No comments: