05 May 2013

#5. Catatan Harian Tunisia Part 7.1

4 Januari 2011

Pizza Tunisia. Itulah makanan yang kucoba hari ini. Tiba-tiba Yassin membelikannya, tanpa kuminta. Ia melihatku yang tengah sibuk dengan pekerjaan. Lalu membelikanku pizza ini sebagai pengganti makan siangku. Kotak pizza itu berwarna merah dan di dalamnya ada delapan potong pizza dengan buah zaitun di atasnya. Sungguh lezat! Aku tidak sabar memakannya. Setelah mengucapkan terima kasih kepada Yassin, aku pun memakan satu persatu pizza tersebut. Kau kira aku memakannya semua? Tidak, aku membawa pizza-pizza itu pulang ke rumah.

Malam ini, banyak panitia dari lembaga pertukaran yang datang. Seperti biasa, mereka bermain di rumah kami. Ada yang membawa bir untuk dinikmati bersama. Dan, pesta pun dimulai. Sebenarnya bukan pesta, hanya bercanda dan bercengkrama. Ada aku, Wissem, Isabella, Fateh, Marcella dan Paulina. Isabella adalah teman baru kami, tepatnya rommate baruku. Ia baru datang kemarin. Kami semua tertawa bahagia, kecuali aku. Aku hanya duduk diam di saat seperti ini. Mungkin karena aku tidak nyambung dengan topik pembicaraan mereka. Maklum, aku tidak pernah minum apalagi mabuk.  Dan mereka selalu membicarakan hal tersebut. Aku pun pura-pura ikut masuk dalam pembicaraan sambil memfoto alat musik yang dibawa Isa. Alat ini adalah sejenis kecrekan, kalau dalam Bahasa Indonesia. Bentuknya bundar, lalu ada plastik-plastik di sisi kanan dan kirinya yang dapat mengeluarkan bunyi. Kecrekan ini berwarna hijau dan ada bendera Brazil di atasnya. Ya, aku baru menyadari bahwa Isabella sangat nasionalis. Malam semakin larut, entah kenapa pembicaraan beralih ke tempat-tempat wisata di negara masing-masing. Pikiranku menerawang kepada tempat-tempat wisata yang dimiliki Indonesia. Apa yang dimiliki Indonesia ya? Aku hanya tahu Indonesia memiliki Bali. Itu  saja. Tidak, sebenarnya aku tahu, Indonesia adalah negeri indah yang terletak di zamrud khatulistiwa. Indonesia mempunyai pantai, gunung... Namun itu semua hanya tertahan di kerongkongan melihat Marcella yang dengan lancar menyebutkan satu persatu tempat wisata di negaranya. Aku terdiam. "And, Ulka? " tanya Wissem. "Indonesia is a beautiful country. You should go there," kataku malu-malu. Entah kenapa, aku menjadi tidak percaya diri. Lebih baik, aku izin karena sudah malam. Aku pun berpamitan dan pergi menghilang.

Di kamar, selimutku sudah menanti. Kurasa jauh lebih baik di dalam sini. Lampu pun dimatikan. Selamat malam! 


See You Tomorrow,
Chandini


2 comments:

Anonymous said...

Gw juga dulu gitu Ulka. Memang sih, gw tau di Indonesia ada Raja Ampat, dsb tapi kemudian kalo orang tanya "Oh emang tempatnya gimana? Apa yg menarik disana?" gw gak tau apa2!! Makanya sejak itu gw mutusin selain jalan2 ke negara orang gw juga harus ngerasain keliling negri sendiri. Biar lain kali gw bisa bercerita panjang lebar tentang negri ini :)

Ulka Chandini Pendit said...

heuuu..sama banget Uut. Gue parah banget tau..jalan-jalan ke Borobudur aja belom pernah. Gue cuma tau Bali. Heeuh makanya harus banget ya jalan-jalan ke negeri ini ;)